News Update :

Kabupaten Tangerang

Kota Tangerang

Kota Tangerang Selatan

Tampilkan postingan dengan label bandara soekarno hatta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandara soekarno hatta. Tampilkan semua postingan

Sindikat Pungli di Cargo Bandara Soekarno Hatta Dikeluhkan Pengguna Jasa

Ternyata, praktek pungutan liar (pungli) bukanlah sesuatu yang asing bagi pengguna jasa pengiriman barang di Bandara Soekarno Hatta (BSH), Tangerang.

Biasanya, pungli dilakukan oleh para calo yang bekerjasama dengan oknum petugas pada Kantor Pengawasan Pelayanan Bea Cukai BSH.

Sedangkan modus yang digunakan para oknum petugas itu adalah, dengan cara mempersulit pelayanan hingga proses pengiriman barangpun menjadi terlambat.

Kondisi itulah yang akhirnya memojokkan posisi pengguna jasa, hingga mau tidak mau harus merogoh kocek agar proses bisa berjalan lebih mudah dan cepat.

Sedangkan besaran pungli, sangat tergantung dari dari berat (tonase) barang yang akan dikirim keluar negeri. Mulai dari Rp.10 ribu sampai Rp. 1 juta.

Heriyanto, seorang karyawan perusahaan Garmen yang biasa melakukan proses pengiriman barang ke luar negri mengatakan, barang-barang Garmen yang akan dieksport ke luar negeri melalui terminal kargo, tetap dipungut biaya.

Padahal, pada setiap pintu masuk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, terpampang tulisan bahwa pengiriman barang tidak dipungut biaya.

"Bohong kalau petugas Bea Cukai tidak memungut biaya. Setiap dokumen barang yang akan kita kirim pasti dipungli. Padahal sesuai prosedur tidak dipungut biaya," kata Heriyanto, Kamis (21/6/2012).

Menurut Heriyanto, besaran pungli sangat bergantung pada berat barang yang akan dikirim. Biasanya, oknum petugas akan memungut biaya mulai dari Rp. 10 ribu hingga Rp 1 juta.

"Jika tidak memberikan uang, jangan harap barang yang dikirim akan sampai kealamat tujuan. Bahkan, bisa jadi barang akan ditahan selama beberapa bulan oleh petugas Bea Cukai," ujar Heriyanto.

Bahkan, Heri bisa memastikan bahwa pungli serupa hampir dialami oleh semua rekan-rekan se-profesinya yang biasa ditugasi untuk mengirimkan barang ke luar negri. "Saya berharap, praktek pungli itu bisa segera dibersihkan dari kawasan cargo," kata Heriyanto.

Seorang pengusaha cargo di BSH yang enggan disebutkan namanya juga membenarkan masih terjadinya praktek pungli dalam proses pengiriman barang oleh oknum petugas Bea Cukai BSH.

Dengan dalih administrasi, oknum petugas nakal itu biasanya meminta importir agar membayar biaya mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta, sesuai dengan berat barang yang akan dikirim.

"Pungli di cargo ini ibarat sebuah jaringan. Oknum petugas Bea Cukai seolah sengaja memberikan peluang bagi para calo untuk beraksi," kata pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia (Asperindo) tersebut.

Sayangnya, dugaan adanya sindikat pungli dalam proses pengiriman barang di cargo bandara itu, hingga kini belum bisa dikonfirmasikana langsung kepada Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai BSH, Oza Olivia.

Saat coba ditemui di kantornya, seorang petugas operator pada Kantor Pelayanan Bea Cukai BSH mengatakan bahwa Kepala Kantor sedang sibuk rapat. "Ibu (Oza) lagi rapat. Dan, rapatnya sampai tengah malam," kata petugas operator tersebut.

Sarang Burung Walet Ilegal Rp300 Juta Dimusnahkan

Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Tangerang, melakukan pemusnahan sarang burung walet ilegal senilai Rp300 juta.

"Sarang burung walet ilegal seberat 20 kilogram tersebut dimusnahkan karena ilegal," kata Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Musyaffak Fauzi di Tangerang, Rabu.

Dijelaskannya, selain sarang burung walet, pihaknya pun melakukan pemusanahan terhadap 13 item bibit tanaman tanpa dokumen yang terindikasi penyakit dan sembilan jenis hewan mati dan makanan olahan.

Untuk bibit tanaman, ia menuturkan bila kondisinya sangat berbahaya karena bisa mengurangi produksi akibat adanya bakteri.

Bila hal itu di produksi, maka akan bisa merugikan petani dan kerugian mencapai miliaran dan kesehatan pula.

Kemudian, aneka jenis makanan olahan yang ikut dimusnahkan diantaranya yakni sosis sayap bebek, ceker ayam, daging babi, susu olahan, baso, dendeng sapi, abon bebek, telor bebek.

Adapun hewan yang dimusnahkan adalah dalam kondisi mati saat masa observasi ataupun perjalanan dari negara asal.

Lalu, ada juga beberapa burung seperti murai, ayam filipina, burung kenari, burung love bird, anak anjing, burung mrit, burung jalak, burung merpati balap.

Dari beberapa tangkapan tersebut, pihaknya akan terus melakukan peningkatan pengawasan agar tidak ada barang yang tanpa dokumen atau ilegal lolos.

"Pengawasan secara ketat selama ini, membuktikan banyak sekali barang yang diamankan. Namun, untuk pelakunya tidak ada," katanya.

Sementara itu, pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dalam tungku khusus. Semua barang yang dimusnahkan itu merupakan sitaan BBKPSH sepanjang tiga bulan.

Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta Gagalkan Penyelundupan Kokain Rp4,9 Miliar

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, menggagalkan penyelundupan narkotika jenis kokain seberat 990 gram dengan nilai Rp4,9 miliar.

"Ada 990 gram bruto bubuk putih jenis kokain senilai Rp4.950.000.000 yang berhasil digagalkan oleh Bea dan Cukai Soekarno-Hatta," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta Tangerang Oza Olavia di Tangerang, Kamis.

Pelaku penyelundupan adalah laki-laki warga negara Brasil berinisial RBF (44) dengan modus disembunyikan di dalam tas punggung dan dikirim sebagai "sample bag back pack".

Sementara itu, ancaman hukuman sesuai UU NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 113 ayat 1 dan 2 adalah pidana penjara lima belas tahun dan pidana denda Rp10 miliar.

Raka Dijenguk Dewi Sebelum Dibawa Ke Kejari

Istri Rano Karno Dewi Indriati mendatangi Polres Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, untuk menjenguk Raka Widyatama.

Informasi yang dihimpun, Senin menyebutkan, kedatangan Dewi Indriati adalah untuk menjenguk Raka Widyatama yang akan dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Tangerang terkait kasus kepemilikan lima butir ekstasi.

Pantauan di lapangan, istri Wakil Gubernur Banten itu, menggenakan pakaian muslim berwarna jingga (orange) dan duduk di ruang tunggu tamu. Tetapi sesaat akan dikonfirmasi, Dewi Indriati menolaknya.

Sesaat setelah menjenguk Raka, kemudian istri Rano Karno tersebut pergi dengan mengendarai mobil dengan nomor polisi B 1960 RFO. Keterangan yang diperoleh, Raka sudah dibawa ke Kejari Tangerang setelah dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim medis.

Raka Widyatama yang merupakan anak angkat Rano-Dewi ditangkap oleh Polres Bandara Soekarno Hatta Tangerang di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan pada Selasa, 6 Maret 2012.

Angkasa Pura Tak Sanggup Tertibkan Bandara Soekarno-Hatta

Operator Bandara Internasional Soekarno Hatta PT Angkasa Pura II
mengisyaratkan tak sanggup menangani masalah sosial di sekitar bandara.
Ribuan pedagang asongan, tukang semir, porter liar, pemulung dan bahkan
pengemis di bandara selama ini dinilai belum terintegrasi sehingga
pengelola bandara kewalahan menanganinya. "Masalahnya sangat kompleks
dan tidak bisa ditangani sendiri oleh operator," ujar Kepala Cabang
Utama Bandara Soekarno Hatta, Haryanto, siang ini.
Pedagang asongan, tukang semir, porter liar, pemulung dan pengemis di
sekitar bandara jumlahnya terus bertambah dan sangat merugikan.
"Terutama citra negatif dan juga citra Indonesia di mata dunia," katanya.
Hasil penertiban tahun 2009 yang dilakukan PT Angkasa Pura II tercatat
19.391 orang. Mereka beroperasi di terminal I A,B,C dan terminal II
D,E,F serta area parkir terminal. "Penertiban sudah luar biasa
dilakukan," katanya. Sayangnya pihak keamanan PT Angkasa Pura II tidak
punya kewenangan untuk menangkap, memberi sanksi kepada para pelanggar
ketertiban itu. Angkasa Pura, kata Haryanto, hanya berwenang menahan
mereka selama empat jam.
Pelanggar ketertiban yang dirazia ditampung di panti sosial Kedoya,
Jakarta Barat. "Kedoya sudah menolak karena daya tampungnya sudah
penuh," kata Haryanto.
Meski mengeluh tak sanggup menangani masalah, Haryanto menolak dikatakan
pihaknya menyerah menangani masalah tersebut. "Bukan menyerah, tapi
masalah ini tidak bisa kami tangani sendiri."

Telepon Bandara Mati 6 Jam

Sambungan telepon di kawasan Bandara Soekarno-Hatta mati selama enam jam pada Jumat (21/5) sekira pukul 01.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB.

Meski tak mengganggu lalu lintas penerbangan, PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta melayangkan surat ke PT Telkom untuk meminta penjelasan. “Namun, sampai kini kami belum mendapat penjelasan kenapa sambungan telepon itu mati. Kami protes dengan melayangkan surat,” kata Kepala Humas PT Angkasa Pura II (Persero) Andang Santoso kepada Radar Banten, Jumat (21/5) petang.

Andang mengaku, putusnya sambungan telepon itu mengganggu aktivitas di kawasan itu, namun tak sampai mengganggu lalu lintas penerbangan. “Sistem penerbangan memakai radio dan frekuensi. Kendati demikian, kami tetap ingin mengetahui kenapa (putusnya sambungan telepon) itu terjadi,” ungkapnya.

Andang berharap, insiden ini tak terjadi lagi, mengingat Bandara Soekarno-Hatta merupakan kawasan internasional yang begitu padat aktivitasnya. Salah satu aktivitas tersebut menggunakan komunikasi melalui telepon. “Untunglah, pada jam tujuh paginya, telepon itu sudah bisa berfungsi kembali. Tapi, kami belum mendapat penjelasan penyebabnya,” ungkap Andang.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura II (Persero) Sudaryanto membenarkan soal kejadian itu. Pihaknya pun berharap putusnya sambungan telepon ini tidak terjadi di kawasan seperti bandar udara.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia kepada wartawan mengakui ada kendala teknis yang berada di luar kebijakan perusahaan yang saat ini masih dalam penelitian. “Terputusnya saluran komunikasi tersebut masih dalam penyelidikan kami. Tapi kami tegaskan, saluran komunikasi ke dan dari Bandara Soekarno-Hatta kini telah berfungsi kembali,” kata Eddy.

Penutupan Pintu M1 Ditunda

Penutupan pintu masuk (keluar) khusus atau pintu M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta bagi masyarakat umum diundur dari yang telah direncanakan sebelumnya, yakni pada Senin (24/05).

Dengan begitu sudah tiga kali Administrator Bandara tersebut menunda penutupan sejak ditetapkan Senin(10/05). Kepala Administrator Bandara Internasional Soekarno-Hatta Edward Silooy mengatakan, sebelumnya pihaknya memang melakukan penutupan pada Senin (10/05) kemudian diundur untuk melakukan sosialisasi kembali hingga Senin (24/05). Saat ini ditetapkan penutupan pintu M1 akan diperpanjang hingga masyarakat telah benar-benar mengetahui rencana penutupan pintu tersebut. "Kita tunda sampai waktu yang tepat. Mungkin sampai awal bulan depan, kita menunggu perkembangan dari masyarakat," ujar Edward, siang tadi. Meski ditunda, dia mengaku, rencana penutupan pintu M1 sebagai area terbatas itu akan tetap dilakukan.

Dirinya mengharapkan waktu yang panjang itu cukup untuk masyarakat mengetahui akan adanya penutupan jalan masuk dan keluar dari Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Kedepan, kata Edward, pintu tersebut hanya bisa diterbuka bagi mereka yang memiliki pas bandara atau ID perusahaan yang memiliki kegiatan di bandara, kendaraan yang memiliki stiker, penumpang yang telah memiliki tiket pesawat udara yang berlaku atau memiliki stiker atau  ID Card yang dikeluarkan oleh Administrator Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ditanya bagaimana cara pengantar penumpang bisa mendapatkan pas? Edward mengatakan, pengantar atau penjemput harus datang untuk isi formulir dengan membawa KTP.  "Sedangkan kalau soal biaya, kami belum membicarakan itu. Karena penentuan biaya itu akan dibentuk tim dari kami, administrator, Polres Bandara dan dari pengelola Bandara ini, yakni PT Angkasa Pura II," tegasnya.

Bahkan, kata Edward, pihaknya juga berencana menggandeng Dinas Perhubungan Kota dan Kabupaten Tangerang.  Bagaimana dengan pengantar haji? Dirinya menyatakan, untuk rombongan haji, pihaknya akan memperlakukan khusus. "Karena tidak mungkin pengantar jemaah haji mengurus pas, kita ketahui bersama kalau kita menetapkan pas ke pengantar haji, jumlahnya pasti banyak sekali," ucapnya.

Telepon Mati 6 Jam, Bandara Terganggu

Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami gangguan matinya saluran telepon selama 6 jam dari pukul 01.00 WIB-07.00 WIB, Jumat (21/5). Hal ter sebut meyebakan pihak bandara tidak bisa menjalankan tugas dengan baik, karena akses telepon tidak bisa dipergunakan.

Manajer Humas PT. Angkasa Pura II Andang Santoso ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada insiden yang terjadi akibat gangguan matinya saluran telepon. “Iya memang benar, telepon di Bandara mati selama 6 jam. Tapi tidak ada insiden pesawat kecelakaan ataupun kecelakaan lainnya”, kata Andang.


Namun, Andang mengaku belum mengetahui penyebab pasti akses telepon tidak dapat digunakan. “Kami masih berkoordinasi dengan pihak operasional telepon bandara untuk memeriksa penyebabnya,” tambah Andang.

 Sementara itu, Corporate Secretary PT. Angkasa Pura II Sudaryanto mengatakan, kejadian telepon ini menyebabkan pihak bandara mengalami gangguan navigasi. “Pada saat kejadian itu pihak bandara tidak dapat mendengar suara dari lawan bicara, tetapi dari luar bisa mendengar pihak bandara,” jelas Sudaryanto.

 Menurut Sudaryanto, seharusnya kejadian mati saluran telepon tidak terjadi di bandara manapun karena ini menyangkut keselamatan penerbangan. “Saya berharap kejadian ini tidak terulang,” tegasnya.

5 Menit Terbang, Garuda Balik ke Soeta

Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 152 tujuan Batam kembali lagi mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Sabtu (22/5/2010). Sebelumnya pesawat itu sempat mengudara selama 15 menit.

Pesawat terpaksa kembali ke Soekarno-Hatta setelah pilot mengumumkan ada gangguan teknis. Pesawat tipe Boeing 738-800 itu akhirnya mendarat dengan mulus di Bandara Soekarno-Hatta.

Para penumpang Garuda yang ikut terbang ke Batam salah satunya grup band GIGI yang terdiri dari Armand, Thomas, Dewa Budjana dan Gusti Hendy bersama manajemen. Malam nanti, grup band GIGI ini akan manggung di Batam.

Sampai berita ini diturunkan, para penumpang masih berada di ruang tunggu, menantikan pesawat pengganti yang akan membawa mereka ke Batam.

Pemilukada Tangerang

POPDA VI 2012 Tangsel

 
© Copyright Kliping Tangerang 2012 Powered by Blogger.com.