Misteri Benda Jatuh dari langit kemarin (21/6/12) dini hari yang sempat diduga meteor atau sampah antariksa setelah dilakukan penelitian dan dibantah oleh pihak Lembaga penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mulai terkuak asal Benda asing tersebut.
Benda yang jatuh menghancurkan sebuah sepeda motor serta melukai Riswan seorang karyawan merupakan playwill yang lepas dari mesin utama PT mandiri Union Sejati dijalan raya serang KM 26.5 Kampung Tobat desa Tobat Balaraja Tangerang.
"Benda tersebut merupakan Playwill atau roda gila yang lepas dari mesin utama karena pecahnya mesin tersebut dan terpental dengan kecepatan 900rpm dari lokasi Pabrik PT Mandiri Union Sejati yang berjarak kurang lebih 1 km dari tempat jatuhnya benda tersebut," kata Kanit R eskrim Polsek Balaraja, Ipda Rolando Hutajulu.
Dirinya juga menambahkan hari masih terus memintai keterangan terkait pecahnya playwill atau roda gila yang diameternya berukuran 180 cm, "Pihak petugas masih menyelidiki terkait pecahnya playwill tersebut untuk mendapatkan info lebih lanjut" ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Benda asing diduga meteor atau sampah antariksa kemarin jatuh disebuah mes Karyawan PT Mitra Rejeki dan menghancurkan sebuah sepeda motor hingga melukai Riswan seorang karyawan yang tengah tidur.
Kabupaten Tangerang
Kota Tangerang
Kota Tangerang Selatan
19.30
Warga Manfaatkan Masa Gratis Buslane Tangerang
Tiga hari masa gratis, sedikitnya tercatat 16 ribu orang menjajal buslane. Namun kondisi tersebut diprediksi tidak akan terjadi pada hari kerja mengingat lokasi buslane yang jauh dari perumahan penduduk.
Selama masa gratis, penumpang Buslane memang lumayan banyak. Tapi jauh dari target harian yang ditetapkan pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta, bahwa dengan 10 unit Buslane mampu mengangkut sekitar 25.000 orang/hari, dari Terminal Poris Plawad - Kalideres, begitu juga sebaliknya.
Dari Pantauan di lokasi, banyak anak-anak kecil yang naik. "Jalan-jalan saja om. Lagi libur sekolah ini," ujar seorang anak.
Sementara Norman, pengawas Buslane, mengatakan, "Hari pertama gratis penumpang yang coba ada sekitar 300 orang, hari kedua 500 orang, dan hari terakhir gratis 700 orang, namun orang kantoran yang sengaja naik Buslane, jarang sekali melainkan warga sekitar Terminal Poris Plawad ini," ucapnya, Jumat (22/6).
Menurut Norman, pada saat Buslane sudah beroperasi normal, yakni dengan bayar tiket Rp 3.000/orang, maka akan sedikit penumpang yang menggunakan. "Lokasi Terminal Poris Plawad kurang strategis. Misalnya pekerja yang rumahnya di Cipondoh, dan kerja di daerah Daan Mogot, maka lebih dekat lewat Jalan Ampera ketimbang harus ke Poris Plawad," ucapnya.
Selama masa gratis, penumpang Buslane memang lumayan banyak. Tapi jauh dari target harian yang ditetapkan pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta, bahwa dengan 10 unit Buslane mampu mengangkut sekitar 25.000 orang/hari, dari Terminal Poris Plawad - Kalideres, begitu juga sebaliknya.
Dari Pantauan di lokasi, banyak anak-anak kecil yang naik. "Jalan-jalan saja om. Lagi libur sekolah ini," ujar seorang anak.
Sementara Norman, pengawas Buslane, mengatakan, "Hari pertama gratis penumpang yang coba ada sekitar 300 orang, hari kedua 500 orang, dan hari terakhir gratis 700 orang, namun orang kantoran yang sengaja naik Buslane, jarang sekali melainkan warga sekitar Terminal Poris Plawad ini," ucapnya, Jumat (22/6).
Menurut Norman, pada saat Buslane sudah beroperasi normal, yakni dengan bayar tiket Rp 3.000/orang, maka akan sedikit penumpang yang menggunakan. "Lokasi Terminal Poris Plawad kurang strategis. Misalnya pekerja yang rumahnya di Cipondoh, dan kerja di daerah Daan Mogot, maka lebih dekat lewat Jalan Ampera ketimbang harus ke Poris Plawad," ucapnya.
19.18
Zaki, Aden dan Marlan Lolos Persyaratan di PAN
TANGERANG-Setelah melakukan pemeriksaan kelengkapan, Tim Pemilukada DPD PAN Kabupaten Tangerang memutuskan tiga kandidat lolos administrasi. Ketiganya adalah Marlan Akip (Ketua DPD PAN Kabupaten Tangerang) Aden Abdul Khaliq (Ketua KNPI Provinsi Banten) dan Ahmed Zaki Iskandar (Ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang.
“Setelah kami periksa semuanya telah lengkap persyaratan administrasinya, sehingga berdasarkan hasil pleno, mereka bisa maju ke tahap selanjutnya,” jelas Endang Sunandar Ketua Tim 7 atau Tim Pemilukada DPD PAN Kabupaten Tangerang.
Selanjutnya, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Tim 7, pada tanggal 30 Juni dan 1 Juli 2012 mendatang, ketiga pendaftar tersebut diwajibkan untuk memaparkan visi misinya di hadapan Ketua DPD serta DPC PAN. Hasil dari pemaparan visi misi akan menjadi bahan Tim 7 untuk direkomendasikan siapa saja calon yang akan diusulkan maju di Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati ke DPW.
Endang menegaskan pihaknya akan mencari calon yang memang memiliki kemungkinan visi misi yang jelas sehingga bisa memenangkan Pemilukada. “Walaupun itu bukan kader PAN namun jika memiliki kemampuan yang bagus PAN akan mengusungnya, karena yang kami cari adalah calon yang benar-benar berkualitas sehingga bisa memenangkan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati nanti, tidak hanya sekedar meramaikan,” jelasnya.
PAN saat ini hanya memiliki 3 kursi saja di DPRD Kabupaten, hingga masih membutuhkan lima kursi lagi untuk bisa mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati. “Kami membutuhkan calon yang juga didukung oleh partai lainnya, sehingga bisa menambah kursi,” jelasnya.
“Setelah kami periksa semuanya telah lengkap persyaratan administrasinya, sehingga berdasarkan hasil pleno, mereka bisa maju ke tahap selanjutnya,” jelas Endang Sunandar Ketua Tim 7 atau Tim Pemilukada DPD PAN Kabupaten Tangerang.
Selanjutnya, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Tim 7, pada tanggal 30 Juni dan 1 Juli 2012 mendatang, ketiga pendaftar tersebut diwajibkan untuk memaparkan visi misinya di hadapan Ketua DPD serta DPC PAN. Hasil dari pemaparan visi misi akan menjadi bahan Tim 7 untuk direkomendasikan siapa saja calon yang akan diusulkan maju di Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati ke DPW.
Endang menegaskan pihaknya akan mencari calon yang memang memiliki kemungkinan visi misi yang jelas sehingga bisa memenangkan Pemilukada. “Walaupun itu bukan kader PAN namun jika memiliki kemampuan yang bagus PAN akan mengusungnya, karena yang kami cari adalah calon yang benar-benar berkualitas sehingga bisa memenangkan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati nanti, tidak hanya sekedar meramaikan,” jelasnya.
PAN saat ini hanya memiliki 3 kursi saja di DPRD Kabupaten, hingga masih membutuhkan lima kursi lagi untuk bisa mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati. “Kami membutuhkan calon yang juga didukung oleh partai lainnya, sehingga bisa menambah kursi,” jelasnya.
19.14
Siap Nyalon Bupati Kabupaten Tangerang, Aden Daftarkan Diri ke PDIP
TANGERANG-Ketua DPD KNPI Provinsi Banten Aden Abdul Khaliq mendaftarakan diri ke DPC PDIP Kabupaten Tangerang di Jalan Perintis Kemerdekaan II, Cikokol, Kota Tangerang, Jumat (22/6), untuk diusung menjadi Bupati dalam Pilkada Kabupaten Tangerang.
“Hari ini saya menyerahkan formulir pendaftaran ke DPC PDIP Kabupaten Tangerang, yang persyaratannya sudah saya lengkapi. Saya optimis bisa lolos seleksi untuk disusung dan maju sebagai Calon Bupati Tangerang,” katanya saat di temui di DPC PDIP Kabupaten Tangerang.
Ia mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait niatannya maju dalam Pilkada Kabupaten Tangerang. Ia sendiri mempunyai program untuk meningkatan kesehatan dan pendudukan masyarakat. “Dengan niatan tulus dan ikhlas untuk memimpin Kabupaten Tangerang, tentu pendidikan dan kesejahteraan akan kita kerjakan terlebih dahulu. Saya minta doa restu,” ungkap Aden.
Dikatakan Aden, selain PDIP, dirinya juga sudah mendaftar ke PAN dan Partai Demokrat. Kedepan, ia juga akan mendaftarkandiri ke Partai Golkar. “PAN dan Demokrat suah saya selesaikan adminitrasi pendaftarannya. Kalau ada pendaftaran lagi, saya akan melamar di Golkar,” terangnya.
“Hari ini saya menyerahkan formulir pendaftaran ke DPC PDIP Kabupaten Tangerang, yang persyaratannya sudah saya lengkapi. Saya optimis bisa lolos seleksi untuk disusung dan maju sebagai Calon Bupati Tangerang,” katanya saat di temui di DPC PDIP Kabupaten Tangerang.
Ia mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait niatannya maju dalam Pilkada Kabupaten Tangerang. Ia sendiri mempunyai program untuk meningkatan kesehatan dan pendudukan masyarakat. “Dengan niatan tulus dan ikhlas untuk memimpin Kabupaten Tangerang, tentu pendidikan dan kesejahteraan akan kita kerjakan terlebih dahulu. Saya minta doa restu,” ungkap Aden.
Dikatakan Aden, selain PDIP, dirinya juga sudah mendaftar ke PAN dan Partai Demokrat. Kedepan, ia juga akan mendaftarkandiri ke Partai Golkar. “PAN dan Demokrat suah saya selesaikan adminitrasi pendaftarannya. Kalau ada pendaftaran lagi, saya akan melamar di Golkar,” terangnya.
19.12
Bus Lane Tangerang Dilengkapi Park And Ride
TANGERANG-Pengoperasian bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) atau yang lebih dikenal Bus Lane Tangerang jurusan Poris Plawad-Terminal Kalideres Jakarta didukung juga oleh fasilitas parkir kendaraan bermotor. Fasilitas park and ride yang disediakan oleh Terminal Poris Plawad, Tangerang, ini masih baru dan belum banyak dimanfaatkan warga.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha APTB Tangerang Abdul Rouf mengatakan, meski park and ride dibangun untuk menyediakan area parkir kendaraan bagi penumpang TransJabodetabek atau buslane Tangerang. Pengelolaannya diatur oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal.
"Area parkir itu bukan kami yang kelola, tetapi menjadi tanggung jawab UPTD Terminal. Park and ride jadi sarana pendukung bagi penumpang nantinya," katanya kepada wartawan di ruang kerjanya.
Rouf menyebutkan, fasilitas parkir tersebut bisa dimanfaatkan warga Tangerang yang biasa membawa kendaraan, baik sepeda, motor, ataupun mobil.
Dengan begitu, kecenderungan volume kendaraan yang akan menuju DKI Jakarta dapat dibendung. "Pengguna kendaraan pribadi yang akan memasuki Jakarta bisa tertahan karena ada trayek ini, juga dengan fasilitas pendukung lainnya, seperti park and ride ini," ujarnya lagi.
Ia berharap fasilitas parkir kendaraan ini dapat memperlancar operasi angkutan umum di Tangerang. Pengguna parkir akan dikenai tarif progresif dengan batasan tarif maksimal.
"Tarif parkir park and ride berdasarkan Peraturan Daerah No. 15 Tahun 2011 menyebutkan bahwa untuk kendaraan sepeda dikenakan biaya Rp 500 untuk 1 jam pertama dan jam berikutnya Rp 500 juga, serta tarif maksimalnya hanya Rp 1.500," ujar Rouf.
Adapun kendaraan bermotor roda dua dikenai biaya parkir Rp 1.000 untuk 1 jam pertama dan dikenakan Rp 500 per jam dengan tarif maksimal, yaitu Rp 2.000. Sementara itu, tarif parkir mobil sebesar Rp 2.000 selama 1 jam pertama dan tambahan Rp 1.000 per jam berikutnya dengan tarif maksimal adalah Rp 6.000.
Pengoperasian APTB TransJabodetabek atau buslane Tangerang ini masih dalam tahap uji coba. Wali Kota Tangerang Wahidin Halim masih akan menggratiskan trayek Poris Plawad-Kalideres dan sebaliknya selama 3 hari berturut-turut sejak diresmikan pada Rabu (20/6/2012) hingga Jumat (22/6/2012) bersamaan dengan HUT ke-485 DKI Jakarta.
Trayek angkutan umum ini beroperasi pada pukul 05.00-22.00 WIB. Nantinya calon penumpang akan dikenai biaya Rp 3.000 untuk jurusan Poris Plawad-Kalideres dan Rp 6.500 untuk tiket terusan Poris Plawad Tangerang sampai dengan Terminal Kalideres hingga lanjut menggunakan Transjakarta.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha APTB Tangerang Abdul Rouf mengatakan, meski park and ride dibangun untuk menyediakan area parkir kendaraan bagi penumpang TransJabodetabek atau buslane Tangerang. Pengelolaannya diatur oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal.
"Area parkir itu bukan kami yang kelola, tetapi menjadi tanggung jawab UPTD Terminal. Park and ride jadi sarana pendukung bagi penumpang nantinya," katanya kepada wartawan di ruang kerjanya.
Rouf menyebutkan, fasilitas parkir tersebut bisa dimanfaatkan warga Tangerang yang biasa membawa kendaraan, baik sepeda, motor, ataupun mobil.
Dengan begitu, kecenderungan volume kendaraan yang akan menuju DKI Jakarta dapat dibendung. "Pengguna kendaraan pribadi yang akan memasuki Jakarta bisa tertahan karena ada trayek ini, juga dengan fasilitas pendukung lainnya, seperti park and ride ini," ujarnya lagi.
Ia berharap fasilitas parkir kendaraan ini dapat memperlancar operasi angkutan umum di Tangerang. Pengguna parkir akan dikenai tarif progresif dengan batasan tarif maksimal.
"Tarif parkir park and ride berdasarkan Peraturan Daerah No. 15 Tahun 2011 menyebutkan bahwa untuk kendaraan sepeda dikenakan biaya Rp 500 untuk 1 jam pertama dan jam berikutnya Rp 500 juga, serta tarif maksimalnya hanya Rp 1.500," ujar Rouf.
Adapun kendaraan bermotor roda dua dikenai biaya parkir Rp 1.000 untuk 1 jam pertama dan dikenakan Rp 500 per jam dengan tarif maksimal, yaitu Rp 2.000. Sementara itu, tarif parkir mobil sebesar Rp 2.000 selama 1 jam pertama dan tambahan Rp 1.000 per jam berikutnya dengan tarif maksimal adalah Rp 6.000.
Pengoperasian APTB TransJabodetabek atau buslane Tangerang ini masih dalam tahap uji coba. Wali Kota Tangerang Wahidin Halim masih akan menggratiskan trayek Poris Plawad-Kalideres dan sebaliknya selama 3 hari berturut-turut sejak diresmikan pada Rabu (20/6/2012) hingga Jumat (22/6/2012) bersamaan dengan HUT ke-485 DKI Jakarta.
Trayek angkutan umum ini beroperasi pada pukul 05.00-22.00 WIB. Nantinya calon penumpang akan dikenai biaya Rp 3.000 untuk jurusan Poris Plawad-Kalideres dan Rp 6.500 untuk tiket terusan Poris Plawad Tangerang sampai dengan Terminal Kalideres hingga lanjut menggunakan Transjakarta.
19.10
Kantor Pemasaran Tangerang City Digeruduk
TANGERANG-Kantor pemasaran Tangerang City, di Jalan Jenderal Sudirman, Bakakan ,Cikokol, Kota Tangerang pada Jumat (22/06) sore sekitar pukul 13.00-14.00 WIB digereduk sekompok orang.
Diketahui, kelompok orang tersebut adalah kuasa hukum dari Bambang yaitu Ahmad Marasabessy sebanyak 15 orang. "Kedatangan mereka dalam rangka meminta uang pembelian ruko yg tdk jadi di beli sebesar Rp126 juta," ujar seorang petugas keamana Tangerang City yang tak mau disebutkan namanya.
Kepada pihak Tangerang City,mereka meminta agar dikembalikan tersebut sesuai dengan jumlahnya, yakni 126 juta. "Musyawarah dengan pihak Tang city yg di wakili oleh Gidion di didampingi kuasa hukum Yugous dengan hasil bahwa pIhak Tang City tetap tidak mau mengembalikan uang pembelian ruko sesuai surat perjanjian sewa beli. Namun dari pihak Bambang yang diwakili oleh kuasa hukumnya Ahmad Marasabessy tetap meminta uang pembelian ruko di kembalikan," tambahnya.
Kelompk ini mengatakan, apabila tdk dikembalikan maka pihaknya mengancam akan menduduki kantor Tang City Mall.
Diketahui, kelompok orang tersebut adalah kuasa hukum dari Bambang yaitu Ahmad Marasabessy sebanyak 15 orang. "Kedatangan mereka dalam rangka meminta uang pembelian ruko yg tdk jadi di beli sebesar Rp126 juta," ujar seorang petugas keamana Tangerang City yang tak mau disebutkan namanya.
Kepada pihak Tangerang City,mereka meminta agar dikembalikan tersebut sesuai dengan jumlahnya, yakni 126 juta. "Musyawarah dengan pihak Tang city yg di wakili oleh Gidion di didampingi kuasa hukum Yugous dengan hasil bahwa pIhak Tang City tetap tidak mau mengembalikan uang pembelian ruko sesuai surat perjanjian sewa beli. Namun dari pihak Bambang yang diwakili oleh kuasa hukumnya Ahmad Marasabessy tetap meminta uang pembelian ruko di kembalikan," tambahnya.
Kelompk ini mengatakan, apabila tdk dikembalikan maka pihaknya mengancam akan menduduki kantor Tang City Mall.
19.05
Pedagang Pasar Jombang Tangsel Tolak Relokasi
TANGERANG– Pedagang Pasar Jombang, Kecamatan Ciputat yang tergabung dalam Forum Komunitas Pedagang Pasar Jombang (FKPPJ) membentangkan spanduk sebagai tanda penolakan atas rencana revitalisasi kios yang mereka gunakan.
Pedagang khawatir dengan relokasi selama revitalisasi membuat omzet mereka merosot dan tidak mampu menutupi sewa ruko yang sudah dikeluarkan. Pedagang tersebut membentangkan spandung bertulis, ’Kami forum komunitas pedagang pasar Jombang bersama pedagang kios dan kaki lima menolak pembangunan Pasar Jombang hingga masa berakhir dari 2000 dampai dengan 2020. “Kami menolak karena berdasar sertifikat, kami memiliki hak untuk mengelola kios hingga 2020 mendatang,” kara Rusdi, Ketua FKPPJ.
Dijelaskan oleh Rusdi, pedagang di Pasar Jombang menerima surat sosialisasi dari PD Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang bahwa bakal ada revitalisasi pasar pembangunannya dilakukan PT Andita Mas. Sosialisasi sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 2011 lalu. Meski begitu, pedagang tetap menolak karena memperhatikan beberapa hal yang dianggap merugikan.
“Kami saat ini belum melihat perlunya revitalisasi. Apalagi bangunan pasar masih terlihat kokoh,” katanya. Selain menilai bangunan masih layak pakai, terang Rusdi penolakan yang dilakukan oleh kurang lebih 250 pedagang di Pasar Jombang, mengingat mereka masih memiliki hak delapan tahun kedepan untuk menggunakan kios yang ada. Terang Rusdi, pedagang mulai menempati pasar tersebut, sejak tahun 2000 dan sesuai perjanjian hak guna berlaku hingga 2020, atau tersisa delapan tahun kedepan.
“Kami meminta revitalisasi dilakukan sesudah hak guna kami di kios berakhir,” terangnya. Pedagang pun khawatir apabila direlokasi maka lokasi sementara yang diberikan tidak seramai pasar Jombang saat ini. Akibatnya, malah akan membuat pendapatan mereka terus merosot. “Sekarang saja di pasar Jombang, pengunjung sedikit. Apalagi kalau dipindah. Bisa-bisa dagangan kami tidak laku,” terangnya. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang, Siti Chadijah saat dihubungi menjelaskan revitalisasi didorong dengan harapan pasar tradisional lebih kompetitif. Mengingat persaingan antara pasar tradisional, padar modern
dan waralaba, dengan sendirinya membuat pasar tradisional malah ditinggalkan. Atas kondisi inilah revitalisasi diwacanakan agar moderenisasi dilakukan. “Meski dimoderenisasi, tapi tetap citra pasar tradisional tidak dihilangkan. Salah satunya proses tawar menawar,” katanya. Atas tuntutan pedagang ini, terang Siti Chadijah pihaknya akan melakukan evaluasi dan mencari penyebab penolakan pedagang pasar. “Pasti ada sebab atas penolakan tersebut. Kami akan coba kaji,” ucapnya.
Pedagang khawatir dengan relokasi selama revitalisasi membuat omzet mereka merosot dan tidak mampu menutupi sewa ruko yang sudah dikeluarkan. Pedagang tersebut membentangkan spandung bertulis, ’Kami forum komunitas pedagang pasar Jombang bersama pedagang kios dan kaki lima menolak pembangunan Pasar Jombang hingga masa berakhir dari 2000 dampai dengan 2020. “Kami menolak karena berdasar sertifikat, kami memiliki hak untuk mengelola kios hingga 2020 mendatang,” kara Rusdi, Ketua FKPPJ.
Dijelaskan oleh Rusdi, pedagang di Pasar Jombang menerima surat sosialisasi dari PD Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang bahwa bakal ada revitalisasi pasar pembangunannya dilakukan PT Andita Mas. Sosialisasi sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 2011 lalu. Meski begitu, pedagang tetap menolak karena memperhatikan beberapa hal yang dianggap merugikan.
“Kami saat ini belum melihat perlunya revitalisasi. Apalagi bangunan pasar masih terlihat kokoh,” katanya. Selain menilai bangunan masih layak pakai, terang Rusdi penolakan yang dilakukan oleh kurang lebih 250 pedagang di Pasar Jombang, mengingat mereka masih memiliki hak delapan tahun kedepan untuk menggunakan kios yang ada. Terang Rusdi, pedagang mulai menempati pasar tersebut, sejak tahun 2000 dan sesuai perjanjian hak guna berlaku hingga 2020, atau tersisa delapan tahun kedepan.
“Kami meminta revitalisasi dilakukan sesudah hak guna kami di kios berakhir,” terangnya. Pedagang pun khawatir apabila direlokasi maka lokasi sementara yang diberikan tidak seramai pasar Jombang saat ini. Akibatnya, malah akan membuat pendapatan mereka terus merosot. “Sekarang saja di pasar Jombang, pengunjung sedikit. Apalagi kalau dipindah. Bisa-bisa dagangan kami tidak laku,” terangnya. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang, Siti Chadijah saat dihubungi menjelaskan revitalisasi didorong dengan harapan pasar tradisional lebih kompetitif. Mengingat persaingan antara pasar tradisional, padar modern
dan waralaba, dengan sendirinya membuat pasar tradisional malah ditinggalkan. Atas kondisi inilah revitalisasi diwacanakan agar moderenisasi dilakukan. “Meski dimoderenisasi, tapi tetap citra pasar tradisional tidak dihilangkan. Salah satunya proses tawar menawar,” katanya. Atas tuntutan pedagang ini, terang Siti Chadijah pihaknya akan melakukan evaluasi dan mencari penyebab penolakan pedagang pasar. “Pasti ada sebab atas penolakan tersebut. Kami akan coba kaji,” ucapnya.
19.03
Kantor Imigrasi Tangerang Terapkan Layanan Jemput Bola Paspor Haji
TANGERANG-Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang menerapkan sistem jemput bola dalam memroses paspor calon haji yang sudah berusia tua (sepuh) dan tidak memiliki akte lahir. Jemput bola dilakukan di sejumlah daerah wilayah kerja Kantor Imigrasi Tangerang di Provinsi Banten.
Kepala Kantor Imigrasi Tangerang Enang Supriyadi Syamsi mengatakan, dengan sistem jemput bola tersebut para calon jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini tidak perlu datang ke Kantor Imigrasi Tangerang, tapi sebaliknya petugas imigrasi yang mendatangi tempat atau daerah calon haji.
“Sistem jemput bola ini akan kami lakukan terhadap calon haji yang sepuh dan tidak memiliki akte kelahiran. Yang mana, kebijakan ini juga merupakan petunjuk Dirjen Imigrasi untuk memberikan kemudahan dan pelayanan yang baik kepada para calon haji,” kata Enang, Kamis (21/6).
Menurut Enang, Kementerian Hukum dan HAM bersama Kementerian Agama sudah membuat surat keputusan bersama dalam rangka memberikan pelayanan terhadap calon haji. “Kami sebagai pelaksana di lapangan wajib menjalankan sebaik-baiknya SKB tersebut dan kami tindaklanjuti sesuai petunjuk Dirjen Imigrasi,” kata Enang.
Mantan Kakanim Ambon ini memprediksi bahwa pihaknya dapat menyelesaikan pembuatan paspor haji sebelum tiba Ramadhan. Dengan demikian, sebanyak 5.000 cajon haji di wilayah kerja Kantor Imigrasi Tangerang, tidak terbebani lagi pikirannya dengan masalah paspor pada saat menyambut dan merayakan Ramadhan tahun ini.
“Teknisnya, kami datangi langsung mereka setiap sabtu dan minggu. Dan untuk dieketahui saja, program jemput bola yang dilakukan Kantor Imigrasi Tangerang ini merupakan yang pertama diterapkan kantor imigrasi di Indonesia,” singkatnya.
Kepala Kantor Imigrasi Tangerang Enang Supriyadi Syamsi mengatakan, dengan sistem jemput bola tersebut para calon jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini tidak perlu datang ke Kantor Imigrasi Tangerang, tapi sebaliknya petugas imigrasi yang mendatangi tempat atau daerah calon haji.
“Sistem jemput bola ini akan kami lakukan terhadap calon haji yang sepuh dan tidak memiliki akte kelahiran. Yang mana, kebijakan ini juga merupakan petunjuk Dirjen Imigrasi untuk memberikan kemudahan dan pelayanan yang baik kepada para calon haji,” kata Enang, Kamis (21/6).
Menurut Enang, Kementerian Hukum dan HAM bersama Kementerian Agama sudah membuat surat keputusan bersama dalam rangka memberikan pelayanan terhadap calon haji. “Kami sebagai pelaksana di lapangan wajib menjalankan sebaik-baiknya SKB tersebut dan kami tindaklanjuti sesuai petunjuk Dirjen Imigrasi,” kata Enang.
Mantan Kakanim Ambon ini memprediksi bahwa pihaknya dapat menyelesaikan pembuatan paspor haji sebelum tiba Ramadhan. Dengan demikian, sebanyak 5.000 cajon haji di wilayah kerja Kantor Imigrasi Tangerang, tidak terbebani lagi pikirannya dengan masalah paspor pada saat menyambut dan merayakan Ramadhan tahun ini.
“Teknisnya, kami datangi langsung mereka setiap sabtu dan minggu. Dan untuk dieketahui saja, program jemput bola yang dilakukan Kantor Imigrasi Tangerang ini merupakan yang pertama diterapkan kantor imigrasi di Indonesia,” singkatnya.
18.59
Anak Main Bakaran Kertas, 3 Rumah Kontrakan di Tangerang Ludes Terbakar
Kebakaran hebat menghanguskan 3 unit rumah kontrakan yang berdiri di Jalan Nanas IV, Perumnas 1, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Sabtu (23/6/2012).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namaun, kebakaran memicu kerugian hingga ratusan juta, menyusul hangusnya seluruh benda dan barang berharga di dalam rumah.
Tatang (25) warga sekitar lokasi mengatakan, dua rumah kontrakan yang terbakar adalah milik Erry Hakim dan satu rumah kontrakan milik Nurul Uyuni.
"Api berasal dari kontrakan yang dihuni oleh Ny. Rosmalinda. Saat kejadian, Rosmalinda sedang berjualan di Pasar. Sedangkan anaknya yang ditinggal dirumah, asik bermain bakar-bakaran kertas, hingga akhirnya api membakar seisi rumah dan merembet ke rumah lainnya," ujar Tatang.
Lidah api berhasil dijinakkan satu jam setelah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang tiba dilokasi kejadian.
Sayangnya, saat api padam, seluruh barang yang ada di dalam rumah sudah habis terbakar. Guna mengetahui penyebab pasti kebakaran, kasus itupun diselidiki oleh petugas dari Polsek Jatiuwung.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namaun, kebakaran memicu kerugian hingga ratusan juta, menyusul hangusnya seluruh benda dan barang berharga di dalam rumah.
Tatang (25) warga sekitar lokasi mengatakan, dua rumah kontrakan yang terbakar adalah milik Erry Hakim dan satu rumah kontrakan milik Nurul Uyuni.
"Api berasal dari kontrakan yang dihuni oleh Ny. Rosmalinda. Saat kejadian, Rosmalinda sedang berjualan di Pasar. Sedangkan anaknya yang ditinggal dirumah, asik bermain bakar-bakaran kertas, hingga akhirnya api membakar seisi rumah dan merembet ke rumah lainnya," ujar Tatang.
Lidah api berhasil dijinakkan satu jam setelah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang tiba dilokasi kejadian.
Sayangnya, saat api padam, seluruh barang yang ada di dalam rumah sudah habis terbakar. Guna mengetahui penyebab pasti kebakaran, kasus itupun diselidiki oleh petugas dari Polsek Jatiuwung.
18.57
Bandar Narkotika di Tangerang Terjaring Operasi Nila 2012
Sebanyak 547 tersangka dari 434 kasus narkotika dari wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok terjaring dalam operasi "Nila Jaya 2012" yang digelar Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, pada Jumat (22/62012) malam.
Dari total 547 tersangka yang berhasil diamankan itu, diketahui dua diantaranta merupakan importir, 136 orang bandar, 407 orang pengedar serta dua tersangka lainnya bertindak pengendali peredaran narkoba dari dalam penjara.
Sedangkan barang bukti yang disita terdiri dari 47.288.76 gram ganja, 141,49 gram heroin, 55.590 gram sabu, 331.809 butir ekstasi, 998 gram kokain, 654 butir narkotika golongan IV, dua pucuk senjata api serta lima butir amunisi sebanyak.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan, para tersangka yang diamankan terdiri dari sebanyak 531 orang pria serta 16 orang wanita, dengan 545 orang WNI dan dua orang WNA.
"Jumlah barang bukti yang kami sita setara dengan Rp.309.616.430.000 atau setidaknya diperkirakan dapat menyelamatkan 710.684 jiwa manusia," katanya.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Nugroho Aji, mengatakan berhasil mengungkap target 100 persen DPO. "Target operasi 100 orang DPO kena semuanya," kata Nugroho.
Dari total 547 tersangka yang berhasil diamankan itu, diketahui dua diantaranta merupakan importir, 136 orang bandar, 407 orang pengedar serta dua tersangka lainnya bertindak pengendali peredaran narkoba dari dalam penjara.
Sedangkan barang bukti yang disita terdiri dari 47.288.76 gram ganja, 141,49 gram heroin, 55.590 gram sabu, 331.809 butir ekstasi, 998 gram kokain, 654 butir narkotika golongan IV, dua pucuk senjata api serta lima butir amunisi sebanyak.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan, para tersangka yang diamankan terdiri dari sebanyak 531 orang pria serta 16 orang wanita, dengan 545 orang WNI dan dua orang WNA.
"Jumlah barang bukti yang kami sita setara dengan Rp.309.616.430.000 atau setidaknya diperkirakan dapat menyelamatkan 710.684 jiwa manusia," katanya.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Nugroho Aji, mengatakan berhasil mengungkap target 100 persen DPO. "Target operasi 100 orang DPO kena semuanya," kata Nugroho.
18.49
Pembobolan ATM BCA di WTC Matahari Serpong, Pelaku Meminjam Kunci Brangkas ATM
Pelaku pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Centrak Asia (BCA) di WTC Matahari Serpong, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (20/06/2012) lalu ternyata sempat meminjam Sencon (kunci brangkas ATM) kepada petugas penyimpanan kunci.
Sumber Kabar6.com di Mapoolresta Tangerang menyebutkan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, pelaku pembobolan mesin ATM ternyata meminjam sencon nomor R33 yang merupakan nomor kunci brangkas mesin ATM di WTC Matahari Serpong.
Seorang Karyawan berinisial R itu meminjam sencon kepada karyawan pemegang kunci dengan alasan akan melakukan pemback upan. Namun rupanya, kunci brangkas ATM tersebut tidak juga dikembalikan ke petugas penyimpanan kunci.
"Sebelum mesin ATM itu dibobol, ada seorang karyawan meminjam kunci kepada petugas penyimpan kunci, "kata sumber Kabar6.com.
Belum diketahui secara dipasti apakah R terlibat dalam pencurian uang Rp 600 juta dari dalam mesin ATM BCA. Saat ini polisi tengah memburu AS, karyawan PT Armorindo Arta yang sempat terekam wajahnya ketika sedang membelokan kamera CCTV di dalam bilik ATM BCA tersebut.
Kapolsek Serpong Kompol Nico Andreano Setiawan mengatakan, pihaknya masih mengejar pelaku berinisial AS, yang merupakan karyawan PT Armorindo Arta. Pasalnya, AS terlihat dalam rekaman CCTV tengah membelokan kamera CCTV yang dipasang di dalam bilik ATM.
"Kami masih memburu pelaku pembobolan mesin ATM di MTC Matahari Serpong," kata Kapolsek, Sabtu (23/06/2012) siang.
Sumber Kabar6.com di Mapoolresta Tangerang menyebutkan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, pelaku pembobolan mesin ATM ternyata meminjam sencon nomor R33 yang merupakan nomor kunci brangkas mesin ATM di WTC Matahari Serpong.
Seorang Karyawan berinisial R itu meminjam sencon kepada karyawan pemegang kunci dengan alasan akan melakukan pemback upan. Namun rupanya, kunci brangkas ATM tersebut tidak juga dikembalikan ke petugas penyimpanan kunci.
"Sebelum mesin ATM itu dibobol, ada seorang karyawan meminjam kunci kepada petugas penyimpan kunci, "kata sumber Kabar6.com.
Belum diketahui secara dipasti apakah R terlibat dalam pencurian uang Rp 600 juta dari dalam mesin ATM BCA. Saat ini polisi tengah memburu AS, karyawan PT Armorindo Arta yang sempat terekam wajahnya ketika sedang membelokan kamera CCTV di dalam bilik ATM BCA tersebut.
Kapolsek Serpong Kompol Nico Andreano Setiawan mengatakan, pihaknya masih mengejar pelaku berinisial AS, yang merupakan karyawan PT Armorindo Arta. Pasalnya, AS terlihat dalam rekaman CCTV tengah membelokan kamera CCTV yang dipasang di dalam bilik ATM.
"Kami masih memburu pelaku pembobolan mesin ATM di MTC Matahari Serpong," kata Kapolsek, Sabtu (23/06/2012) siang.
18.47
Khawatir Jalan Ditutup, Warga Protes PT Summarecon
Puluhan warga Kampung Rumpak Sinang, Desa Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi tidur tanpa pakaian di ruas Jalan H. Abadullah, yang ada di kampung tersebut, Sabtu (23/6/2012).
Aksi itu dilakukan warga sebagai bentuk penolakan terkait rencana pengembang PT Summarecon Agung Tbk, yang akan menutup satu-satunya akses menuju kampung Rumpak Sinang serta makam yang ada didalam kampung tersebut.
"Kami tidak menolak pembangunan yang sedang berlangsung. Tapi yang kami inginkan adalah, akses warga untuk keluar masuk ke kampung ini jangan sampai ditutup. Apalagi didalam kampung juga terdapat makam warga," ujar Tonggo Simanjuntak, perwakilan dari warga.
Lebih jauh Tonggo mengatakan, pihaknya akan menggelar aksi protes yang lebih besar dengan melibatkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas), bila pengembang tetap tidak mengindahkan aspirasi warga.
"Sekarang sudah mendekati bulan Ramadhan. Tentunya kami tidak ingin aktivitas jiarah kubur yang biasa dilakukan warga menjelang bulan ramadhan menjadi terganggu," katanya.
Diketahui, aksi demo yang berlangsung di Jalan Abdullah itu ternyata tidak hanya dilakukan warga Kampung Rumpak Sinang semata. Melainkan juga melibatkan perwakilan dari sejumlah ormas, seperti dari Garuda Banten serta BPPKB.
Sementara, Humas Summarecon, Regi membantah adanya rencana penutupan akses warga di Kampung Rumpak Sinang tersebut.
"Memang benar tadi ada sejumlah warga Kampung Rumpak Sinang yang demo. Tapi, tadi masalahnya sudah diselesaikan," ujarnya.
Aksi itu dilakukan warga sebagai bentuk penolakan terkait rencana pengembang PT Summarecon Agung Tbk, yang akan menutup satu-satunya akses menuju kampung Rumpak Sinang serta makam yang ada didalam kampung tersebut.
"Kami tidak menolak pembangunan yang sedang berlangsung. Tapi yang kami inginkan adalah, akses warga untuk keluar masuk ke kampung ini jangan sampai ditutup. Apalagi didalam kampung juga terdapat makam warga," ujar Tonggo Simanjuntak, perwakilan dari warga.
Lebih jauh Tonggo mengatakan, pihaknya akan menggelar aksi protes yang lebih besar dengan melibatkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas), bila pengembang tetap tidak mengindahkan aspirasi warga.
"Sekarang sudah mendekati bulan Ramadhan. Tentunya kami tidak ingin aktivitas jiarah kubur yang biasa dilakukan warga menjelang bulan ramadhan menjadi terganggu," katanya.
Diketahui, aksi demo yang berlangsung di Jalan Abdullah itu ternyata tidak hanya dilakukan warga Kampung Rumpak Sinang semata. Melainkan juga melibatkan perwakilan dari sejumlah ormas, seperti dari Garuda Banten serta BPPKB.
Sementara, Humas Summarecon, Regi membantah adanya rencana penutupan akses warga di Kampung Rumpak Sinang tersebut.
"Memang benar tadi ada sejumlah warga Kampung Rumpak Sinang yang demo. Tapi, tadi masalahnya sudah diselesaikan," ujarnya.
18.41
Kobaran Api Torabika Masih Menyala, Ruas Jalan Raya Serang Macet 2 KM
Kobaran api yang melahap 3 lantai bangunan di PT Torabika, Jalan Raya Serang, KM 12,5, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, hingga Jumat (22/6/2012) pukul 19.30 WIB masih menyala.
Titik kebakaran yang berada di lantai 3,4 dan 5 gedung PT Torabika, mengakibatkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tangerang menjadi kesulitan untuk memadamkan api.
"Sudah 8 unit mobil kami datangkan kesini, termasuk 1 mobil bertangga ditambah sejumlah mobil tangki swasta yang hilir mudik memasok air, tapi kobaran api masih belum berhasil dipadamkan," ujar Kusnadi, Komandan Regu (Danru) Damkar Kabupaten Tangerang.
Sementara, sulitnya proses pemadaman api juga mengakibatkan kemacetan hingga 2 kilo meter di dua ruas Jalan Raya Serang, terhitung dari titik lokasi kebakaran di KM 12,5.
Tak pelak, kondisi itu memicu kekesalan dari para pengendara yang melintas di ruas Jalan Raya Serang. Pasalnya, kemacetan akibat kebakaran mengakibatkan para pengemudi tertahan hingga satu jam lebih.
"Sudah satu jam lebih saya tertahan di ruas jalan ini. Dan, sampai sekarang belum juga berhasil melintasi KM 12,5 yang menjadi titik lokasi kebakaran," Ridwan, salah seorang pengemudi mobil pribadi yang melintas di lokasi.
Titik kebakaran yang berada di lantai 3,4 dan 5 gedung PT Torabika, mengakibatkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tangerang menjadi kesulitan untuk memadamkan api.
"Sudah 8 unit mobil kami datangkan kesini, termasuk 1 mobil bertangga ditambah sejumlah mobil tangki swasta yang hilir mudik memasok air, tapi kobaran api masih belum berhasil dipadamkan," ujar Kusnadi, Komandan Regu (Danru) Damkar Kabupaten Tangerang.
Sementara, sulitnya proses pemadaman api juga mengakibatkan kemacetan hingga 2 kilo meter di dua ruas Jalan Raya Serang, terhitung dari titik lokasi kebakaran di KM 12,5.
Tak pelak, kondisi itu memicu kekesalan dari para pengendara yang melintas di ruas Jalan Raya Serang. Pasalnya, kemacetan akibat kebakaran mengakibatkan para pengemudi tertahan hingga satu jam lebih.
"Sudah satu jam lebih saya tertahan di ruas jalan ini. Dan, sampai sekarang belum juga berhasil melintasi KM 12,5 yang menjadi titik lokasi kebakaran," Ridwan, salah seorang pengemudi mobil pribadi yang melintas di lokasi.
18.39
Gedung PT Torabika Tangerang Hangus Terbakar
Kebakaran hebat melanda PT Torabika di Jalan Raya Serang, KM 12,5, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat (22/6/2012) petang.
Tak tanggung-tanggung, kobaran api bahkan menguasai dan melumat habis seisi barang yang ada di lantai 3,4,5 dari 7 lantai gedung di perusahaan penghasil kopi torabika itu.
Wawan, salah seorang karyawan PT Torabika mengatakan, kobaran api pertama kalai muncul di lantai 3 gedung sekira pukul 17.40 WIB. Kuat dugaan, api dipicu oleh korsleting listrik.
Kuatnya tiupan angin saat itu, mengakibatkan lidah api dengan cepat berkobar dan terus menjalar hingga ke lantai 4 dan 5 gedung yang baru saja selesai dibangunan.
Belum diketahui persis, apakah ada korban yang ikut terbakar di dalam tiga gedung yang terbakar itu. Hingga kini, 6 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tangerang tampak masih terus berjuang untuk memadamkan kobaran api.
Sedangkaan kerugian akibat kebaran itu hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, diperkirakan kerugian yang timbul ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Tak tanggung-tanggung, kobaran api bahkan menguasai dan melumat habis seisi barang yang ada di lantai 3,4,5 dari 7 lantai gedung di perusahaan penghasil kopi torabika itu.
Wawan, salah seorang karyawan PT Torabika mengatakan, kobaran api pertama kalai muncul di lantai 3 gedung sekira pukul 17.40 WIB. Kuat dugaan, api dipicu oleh korsleting listrik.
Kuatnya tiupan angin saat itu, mengakibatkan lidah api dengan cepat berkobar dan terus menjalar hingga ke lantai 4 dan 5 gedung yang baru saja selesai dibangunan.
Belum diketahui persis, apakah ada korban yang ikut terbakar di dalam tiga gedung yang terbakar itu. Hingga kini, 6 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tangerang tampak masih terus berjuang untuk memadamkan kobaran api.
Sedangkaan kerugian akibat kebaran itu hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, diperkirakan kerugian yang timbul ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
18.37
Mesin ATM BCA di WTC Matahari Serpong Dibobol, Rp. 600 Juta Melayang
Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Centrak Asia (BCA) di WTC Matahari Serpong, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dibobol maling, Jumat (22/6/2012).
Dalam aksinya, pelaku yang sempat terekam oleh camera Circuit Cable Televition (CCTV) sukses menguras uang tunai Rp. 600 juta dalam mesin ATM.
Sumber di Mapoolresta Tangerang menyebutkan, peristiwa pembobolan ATM itu berlangsung sekira pukul 09.20 WIB.
Pelaku masuk ke dalam bilik ATM dengan menggunakan topi dan tongkat security. Sebelum beraksi, pelaku juga sempat membelokkan arah camera TV.
Setelah berhasil menguras isi ATM, pelaku kemudian langsung pergi meninggalkan lokasi. Dari hasil rekaman CCTV diketahui, bahwa pelaku berinisial AS, karyawan PT Armorindo Arta.
Kapolsek Serpong Kompol Nico Andreano yang dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. Saat ini, kasus itu sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.
Dalam aksinya, pelaku yang sempat terekam oleh camera Circuit Cable Televition (CCTV) sukses menguras uang tunai Rp. 600 juta dalam mesin ATM.
Sumber di Mapoolresta Tangerang menyebutkan, peristiwa pembobolan ATM itu berlangsung sekira pukul 09.20 WIB.
Pelaku masuk ke dalam bilik ATM dengan menggunakan topi dan tongkat security. Sebelum beraksi, pelaku juga sempat membelokkan arah camera TV.
Setelah berhasil menguras isi ATM, pelaku kemudian langsung pergi meninggalkan lokasi. Dari hasil rekaman CCTV diketahui, bahwa pelaku berinisial AS, karyawan PT Armorindo Arta.
Kapolsek Serpong Kompol Nico Andreano yang dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. Saat ini, kasus itu sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.
18.33
Usai Dilantik, Panwascam Kabupaten Tangerang Harus Langsung Kerja
Ketua Divisi Pengawasan dan Humas, Panwaslukada Kabupaten Tangerang, Nurkhayat Santosa menegaskan, setelah dilantik Panwascam agar segera melakukan penguatan internal, yakni menyiapkan tenaga sekretariat, kantor dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti dengan muspika setempat.
Selain itu, kata dia, Panwascam agar melakukan pendekatan dan kerjasama dengan para tokoh masyarakat, pemuda, dan lembaga masyarakat dalam pengawasan. Melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam pengawasan dinilai penting agar dapat dilakukan pengawasan bersifat partisipatif.
Sehingga tercapai bentuk pengawasan secara meluas, serta potensi berbagai bentuk pelanggaran pemilukada bisa dicegah sedini mungkin, sebelum menimbulkan masalah.
“Nantinya, Panwascam segera membentuk tenaga pengawas tingkat lapangan (PPL) di tiap kelurahan/desa,” katanya.
Menurut Nurkhayat, tahapan pemilukada sudah ditetapkan komisi pemilihan umum (KPU). Dengan resminya panwascam, maka seluruh tahapan pemilukada dapat diawasi pelaksanaannya. Terutama dalam waktu dekat KPU akan melakukan pemutakhiran data pemilih.
“Sebagai lembaga yang bertanggungjawab dalam pengawasan. Maka setiap tahapan pemilu harus diawasi agar dapat terselenggara dengan baik,” sambungnya.
Selain itu, kata dia, Panwascam agar melakukan pendekatan dan kerjasama dengan para tokoh masyarakat, pemuda, dan lembaga masyarakat dalam pengawasan. Melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam pengawasan dinilai penting agar dapat dilakukan pengawasan bersifat partisipatif.
Sehingga tercapai bentuk pengawasan secara meluas, serta potensi berbagai bentuk pelanggaran pemilukada bisa dicegah sedini mungkin, sebelum menimbulkan masalah.
“Nantinya, Panwascam segera membentuk tenaga pengawas tingkat lapangan (PPL) di tiap kelurahan/desa,” katanya.
Menurut Nurkhayat, tahapan pemilukada sudah ditetapkan komisi pemilihan umum (KPU). Dengan resminya panwascam, maka seluruh tahapan pemilukada dapat diawasi pelaksanaannya. Terutama dalam waktu dekat KPU akan melakukan pemutakhiran data pemilih.
“Sebagai lembaga yang bertanggungjawab dalam pengawasan. Maka setiap tahapan pemilu harus diawasi agar dapat terselenggara dengan baik,” sambungnya.
18.24
Pengadilan Negeri Tangerang Segera Sidangkan Kasus Raka
Perkara pidana narkotika yang membelit Raka Widiyatama, putra angkat Wakil Gubernur Banten, Rano Karno, segera disidangkan terbuka di Pengadilan Negri (PN) Tangerang.
Pihak Kejaksaan Negri (Kejari) Tangerang telah melimpahkan berkas perkara tersebut ke PN Tangerang, dengan nomor perkara 1215/Pid.Sus/2012/PN.TNG.
“Perkara Raka sudah dilimpahkan kepada PN Tangerang. Terdaftar dalam registrasi nomor perkara 1215/Pid.Sus/2012/PN Tangerang,” kata Dodi Hermayadi, Panitera Muda Pidana PN Tangerang, Kamis (21/6/2012).
Menurut Dodi, setelah pelimpahan berkas perkara diterima PN Tangerang, maka tak lama lagi akan dilakukan penentuan jadwal sidang.
“Kami akan sampaikan pelimpahan ini kepada Ketua PN Tangerang. Nanti, akan diatur jadwal dan ditunjuk majelis hakim yang akan menyidangkan perkara ini,” kata Dodi.
Dikatakan Dodi, merujuk tahapan penyelenggaraan pengadilan, panitera memang baru bisa mengagendakan jadwal persidangan setelah pimpinan PN Tangerang mengandekan dan menujuk dewan hakim.
Seperti diberitakan sebelumnya, Raka bersama teman wanitanya Karina ditangkap jajaran Polres Metro Bandara Soekarno Hatta, lantaran kedapatan memesan 5 buah ekstasi secara online ke Malaysia. Akibatnya, Raka dan Karina dijerat UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.
Pihak Kejaksaan Negri (Kejari) Tangerang telah melimpahkan berkas perkara tersebut ke PN Tangerang, dengan nomor perkara 1215/Pid.Sus/2012/PN.TNG.
“Perkara Raka sudah dilimpahkan kepada PN Tangerang. Terdaftar dalam registrasi nomor perkara 1215/Pid.Sus/2012/PN Tangerang,” kata Dodi Hermayadi, Panitera Muda Pidana PN Tangerang, Kamis (21/6/2012).
Menurut Dodi, setelah pelimpahan berkas perkara diterima PN Tangerang, maka tak lama lagi akan dilakukan penentuan jadwal sidang.
“Kami akan sampaikan pelimpahan ini kepada Ketua PN Tangerang. Nanti, akan diatur jadwal dan ditunjuk majelis hakim yang akan menyidangkan perkara ini,” kata Dodi.
Dikatakan Dodi, merujuk tahapan penyelenggaraan pengadilan, panitera memang baru bisa mengagendakan jadwal persidangan setelah pimpinan PN Tangerang mengandekan dan menujuk dewan hakim.
Seperti diberitakan sebelumnya, Raka bersama teman wanitanya Karina ditangkap jajaran Polres Metro Bandara Soekarno Hatta, lantaran kedapatan memesan 5 buah ekstasi secara online ke Malaysia. Akibatnya, Raka dan Karina dijerat UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.
18.21
Sindikat Pungli di Cargo Bandara Soekarno Hatta Dikeluhkan Pengguna Jasa
Ternyata, praktek pungutan liar (pungli) bukanlah sesuatu yang asing bagi pengguna jasa pengiriman barang di Bandara Soekarno Hatta (BSH), Tangerang.
Biasanya, pungli dilakukan oleh para calo yang bekerjasama dengan oknum petugas pada Kantor Pengawasan Pelayanan Bea Cukai BSH.
Sedangkan modus yang digunakan para oknum petugas itu adalah, dengan cara mempersulit pelayanan hingga proses pengiriman barangpun menjadi terlambat.
Kondisi itulah yang akhirnya memojokkan posisi pengguna jasa, hingga mau tidak mau harus merogoh kocek agar proses bisa berjalan lebih mudah dan cepat.
Sedangkan besaran pungli, sangat tergantung dari dari berat (tonase) barang yang akan dikirim keluar negeri. Mulai dari Rp.10 ribu sampai Rp. 1 juta.
Heriyanto, seorang karyawan perusahaan Garmen yang biasa melakukan proses pengiriman barang ke luar negri mengatakan, barang-barang Garmen yang akan dieksport ke luar negeri melalui terminal kargo, tetap dipungut biaya.
Padahal, pada setiap pintu masuk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, terpampang tulisan bahwa pengiriman barang tidak dipungut biaya.
"Bohong kalau petugas Bea Cukai tidak memungut biaya. Setiap dokumen barang yang akan kita kirim pasti dipungli. Padahal sesuai prosedur tidak dipungut biaya," kata Heriyanto, Kamis (21/6/2012).
Menurut Heriyanto, besaran pungli sangat bergantung pada berat barang yang akan dikirim. Biasanya, oknum petugas akan memungut biaya mulai dari Rp. 10 ribu hingga Rp 1 juta.
"Jika tidak memberikan uang, jangan harap barang yang dikirim akan sampai kealamat tujuan. Bahkan, bisa jadi barang akan ditahan selama beberapa bulan oleh petugas Bea Cukai," ujar Heriyanto.
Bahkan, Heri bisa memastikan bahwa pungli serupa hampir dialami oleh semua rekan-rekan se-profesinya yang biasa ditugasi untuk mengirimkan barang ke luar negri. "Saya berharap, praktek pungli itu bisa segera dibersihkan dari kawasan cargo," kata Heriyanto.
Seorang pengusaha cargo di BSH yang enggan disebutkan namanya juga membenarkan masih terjadinya praktek pungli dalam proses pengiriman barang oleh oknum petugas Bea Cukai BSH.
Dengan dalih administrasi, oknum petugas nakal itu biasanya meminta importir agar membayar biaya mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta, sesuai dengan berat barang yang akan dikirim.
"Pungli di cargo ini ibarat sebuah jaringan. Oknum petugas Bea Cukai seolah sengaja memberikan peluang bagi para calo untuk beraksi," kata pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia (Asperindo) tersebut.
Sayangnya, dugaan adanya sindikat pungli dalam proses pengiriman barang di cargo bandara itu, hingga kini belum bisa dikonfirmasikana langsung kepada Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai BSH, Oza Olivia.
Saat coba ditemui di kantornya, seorang petugas operator pada Kantor Pelayanan Bea Cukai BSH mengatakan bahwa Kepala Kantor sedang sibuk rapat. "Ibu (Oza) lagi rapat. Dan, rapatnya sampai tengah malam," kata petugas operator tersebut.
Biasanya, pungli dilakukan oleh para calo yang bekerjasama dengan oknum petugas pada Kantor Pengawasan Pelayanan Bea Cukai BSH.
Sedangkan modus yang digunakan para oknum petugas itu adalah, dengan cara mempersulit pelayanan hingga proses pengiriman barangpun menjadi terlambat.
Kondisi itulah yang akhirnya memojokkan posisi pengguna jasa, hingga mau tidak mau harus merogoh kocek agar proses bisa berjalan lebih mudah dan cepat.
Sedangkan besaran pungli, sangat tergantung dari dari berat (tonase) barang yang akan dikirim keluar negeri. Mulai dari Rp.10 ribu sampai Rp. 1 juta.
Heriyanto, seorang karyawan perusahaan Garmen yang biasa melakukan proses pengiriman barang ke luar negri mengatakan, barang-barang Garmen yang akan dieksport ke luar negeri melalui terminal kargo, tetap dipungut biaya.
Padahal, pada setiap pintu masuk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, terpampang tulisan bahwa pengiriman barang tidak dipungut biaya.
"Bohong kalau petugas Bea Cukai tidak memungut biaya. Setiap dokumen barang yang akan kita kirim pasti dipungli. Padahal sesuai prosedur tidak dipungut biaya," kata Heriyanto, Kamis (21/6/2012).
Menurut Heriyanto, besaran pungli sangat bergantung pada berat barang yang akan dikirim. Biasanya, oknum petugas akan memungut biaya mulai dari Rp. 10 ribu hingga Rp 1 juta.
"Jika tidak memberikan uang, jangan harap barang yang dikirim akan sampai kealamat tujuan. Bahkan, bisa jadi barang akan ditahan selama beberapa bulan oleh petugas Bea Cukai," ujar Heriyanto.
Bahkan, Heri bisa memastikan bahwa pungli serupa hampir dialami oleh semua rekan-rekan se-profesinya yang biasa ditugasi untuk mengirimkan barang ke luar negri. "Saya berharap, praktek pungli itu bisa segera dibersihkan dari kawasan cargo," kata Heriyanto.
Seorang pengusaha cargo di BSH yang enggan disebutkan namanya juga membenarkan masih terjadinya praktek pungli dalam proses pengiriman barang oleh oknum petugas Bea Cukai BSH.
Dengan dalih administrasi, oknum petugas nakal itu biasanya meminta importir agar membayar biaya mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta, sesuai dengan berat barang yang akan dikirim.
"Pungli di cargo ini ibarat sebuah jaringan. Oknum petugas Bea Cukai seolah sengaja memberikan peluang bagi para calo untuk beraksi," kata pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia (Asperindo) tersebut.
Sayangnya, dugaan adanya sindikat pungli dalam proses pengiriman barang di cargo bandara itu, hingga kini belum bisa dikonfirmasikana langsung kepada Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai BSH, Oza Olivia.
Saat coba ditemui di kantornya, seorang petugas operator pada Kantor Pelayanan Bea Cukai BSH mengatakan bahwa Kepala Kantor sedang sibuk rapat. "Ibu (Oza) lagi rapat. Dan, rapatnya sampai tengah malam," kata petugas operator tersebut.
18.14
Tangerang Selatan Resmi Operasikan TPA Cipeucang
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Cipeucang, di Desa Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mulai dioperasikan, Kamis (21/6/2012).
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Dudung E Diredja, mengatakan, dengan mulai dioperasikannya TPA Cipeucang. Kebijakan ini menjadi sebuah langkah awal terbaru didalam penanganan masalah sampah perkotaan.
Berdiri diatas lahan seluas 2,4 hektare, Pemerintah Daerah berencana akan kembali menambah luas lahan menjadi 10 hektare setelah memperoleh persetujuan dari lembaga legislatif.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PU (Pekerjaan Umum) yang telah membantu menyelesaikan masalah TPA Cipeucang ini,” kata Sekretaris Daerah Dudung.
Sekretaris Daerah Dudung menjelaskan, terkait hal pembebasan lahan milik warga sekitar untuk memperluas TPA Cipeucang telah berlangsung dengan baik. Melalui proses musyawarah antara kedua pihak pada tahun 2011 lalu telah diperoleh hasil mufakat.
Masih menurut Sekretaris Daerah Dudung, Pemerintah juga telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Bahwa sistem pengelolaan sampah di TPA Cipeucang menggunakan teknologi tinggi dan ramah lingkungan.
Sehingga warga tidak perlu khawatir akan terjadi pencemaran lingkungan karena telah melalui serangkaian analisis.
“Oleh karena itu, kami menitip pesan kepada warga untuk bisa menjaga keamanan dan ketertiban aset daerah yang ada. Kami optimis dengan dioperasikannya TPA Cipeucang ini akan mampu mengurangi masalah sampah perkotaan yang ada di Tangerang Selatan,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Dudung E Diredja, mengatakan, dengan mulai dioperasikannya TPA Cipeucang. Kebijakan ini menjadi sebuah langkah awal terbaru didalam penanganan masalah sampah perkotaan.
Berdiri diatas lahan seluas 2,4 hektare, Pemerintah Daerah berencana akan kembali menambah luas lahan menjadi 10 hektare setelah memperoleh persetujuan dari lembaga legislatif.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PU (Pekerjaan Umum) yang telah membantu menyelesaikan masalah TPA Cipeucang ini,” kata Sekretaris Daerah Dudung.
Sekretaris Daerah Dudung menjelaskan, terkait hal pembebasan lahan milik warga sekitar untuk memperluas TPA Cipeucang telah berlangsung dengan baik. Melalui proses musyawarah antara kedua pihak pada tahun 2011 lalu telah diperoleh hasil mufakat.
Masih menurut Sekretaris Daerah Dudung, Pemerintah juga telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Bahwa sistem pengelolaan sampah di TPA Cipeucang menggunakan teknologi tinggi dan ramah lingkungan.
Sehingga warga tidak perlu khawatir akan terjadi pencemaran lingkungan karena telah melalui serangkaian analisis.
“Oleh karena itu, kami menitip pesan kepada warga untuk bisa menjaga keamanan dan ketertiban aset daerah yang ada. Kami optimis dengan dioperasikannya TPA Cipeucang ini akan mampu mengurangi masalah sampah perkotaan yang ada di Tangerang Selatan,” jelasnya.
17.31
Lahan TPA Cipeucang Tangsel Mulai Dioperasikan
Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) mulai mengoperasikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Cipeucang - Desa Keranggan Kecamatan Setu, Kamis, 21 Juni 2012.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan - Dudung E Diredja, mengatakan, dioperasikannya TPA Cipeucang merupakan langkah awal dalam penanganan persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan. Berdiri diatas lahan seluas 2,4 hektare, Pemerintah Daerah berencana akan kembali menambah luas lahan menjadi 10 hektare setelah memperoleh persetujuan dari lembaga legislatif.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PU (Pekerjaan Umum) yang telah membantu menyelesaikan pembangunan TPA Cipeucang ini,” kata Sekda kepada Web Tangsel, disela-sela acara peresmian.
Terkait dengan pembebasan lahan milik warga sekitar untuk memperluas TPA Cipeucang, telah berlangsung dengan baik. Proses musyawarah antara kedua pihak pada tahun 2011 lalu telah diperoleh kata mufakat.
Masih menurut Sekda, Pemerintah juga telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar bahwa sistem pengelolaan sampah di TPA Cipeucang menggunakan teknologi tinggi yang ramah lingkungan. Dengan demikian warga tidak perlu khawatir akan terjadi pencemaran lingkungan karena telah melalui serangkaian analisa dampak lingkungan.
“Oleh karena itu, kami menitip pesan kepada warga sekitar untuk bisa menjaga keamanan aset daerah yang ada. Kami optimis dengan dioperasikannya TPA Cipeucang ini akan mampu mengurangi masalah sampah perkotaan yang ada di Tangerang Selatan,” jelasnya.
Di tempat sama, Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan - Bambang P Rachmadi, menjelaskan, pengoperasian TPA Cipeucang ini dapat menjawab kegamangan masyarakat terhadap masalah sampah perkotaan. Menurutnya, sampah tidak hanya membelit di Kota Tangerang Selatan saja, melainkan juga di kota-kota besar lainnya di Indonesia.
“Diharapkan masyarakat dapat memberikan dukungan penuh dari area 2,4 sampai 10 hektare. Dan kedepannya kami ingin luasnya bertambah lagi menjadi 20 hektare,” terang Bambang.
Pada peresmian TPA Cipeucang ini, turut dihadiri sejumlah pejabat eksekutif Kota Tangerang Selatan, diantaranya Kepala DKPP - Chaerul Soleh, Kepala Bappeda - Dendi Priyandana, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air - Retno Prawati, dan pimpinan SKPD lainnya. Serta Wakil Ketua I DPRD - Ruhamaben dan sejumlah anggota Komisi IV Bidang Pembangunan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan - Dudung E Diredja, mengatakan, dioperasikannya TPA Cipeucang merupakan langkah awal dalam penanganan persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan. Berdiri diatas lahan seluas 2,4 hektare, Pemerintah Daerah berencana akan kembali menambah luas lahan menjadi 10 hektare setelah memperoleh persetujuan dari lembaga legislatif.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PU (Pekerjaan Umum) yang telah membantu menyelesaikan pembangunan TPA Cipeucang ini,” kata Sekda kepada Web Tangsel, disela-sela acara peresmian.
Terkait dengan pembebasan lahan milik warga sekitar untuk memperluas TPA Cipeucang, telah berlangsung dengan baik. Proses musyawarah antara kedua pihak pada tahun 2011 lalu telah diperoleh kata mufakat.
Masih menurut Sekda, Pemerintah juga telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar bahwa sistem pengelolaan sampah di TPA Cipeucang menggunakan teknologi tinggi yang ramah lingkungan. Dengan demikian warga tidak perlu khawatir akan terjadi pencemaran lingkungan karena telah melalui serangkaian analisa dampak lingkungan.
“Oleh karena itu, kami menitip pesan kepada warga sekitar untuk bisa menjaga keamanan aset daerah yang ada. Kami optimis dengan dioperasikannya TPA Cipeucang ini akan mampu mengurangi masalah sampah perkotaan yang ada di Tangerang Selatan,” jelasnya.
Di tempat sama, Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan - Bambang P Rachmadi, menjelaskan, pengoperasian TPA Cipeucang ini dapat menjawab kegamangan masyarakat terhadap masalah sampah perkotaan. Menurutnya, sampah tidak hanya membelit di Kota Tangerang Selatan saja, melainkan juga di kota-kota besar lainnya di Indonesia.
“Diharapkan masyarakat dapat memberikan dukungan penuh dari area 2,4 sampai 10 hektare. Dan kedepannya kami ingin luasnya bertambah lagi menjadi 20 hektare,” terang Bambang.
Pada peresmian TPA Cipeucang ini, turut dihadiri sejumlah pejabat eksekutif Kota Tangerang Selatan, diantaranya Kepala DKPP - Chaerul Soleh, Kepala Bappeda - Dendi Priyandana, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air - Retno Prawati, dan pimpinan SKPD lainnya. Serta Wakil Ketua I DPRD - Ruhamaben dan sejumlah anggota Komisi IV Bidang Pembangunan.
Langganan:
Postingan (Atom)



